Rabu, 20 Juni 2012

ASTM D 422 Analisa saringan



 ASTM D 422 Analisa saringan

Metode Pengujian Baku Untuk Analisa Ukuran Butiran Tanah

Pembakuan ini diterbitkan dibawah perencanaan tetap D 422;  Dengan singkatan angka perencanaan yang mengikuti menunjukkan tahun awal pengangkatan atau kasus dimana direvisi. Tahun revisi terakhir.  Angka dalam tanda kurung menunjukkan tahun terakhir persetujuan ulang. Pangkat epsilon (ℓ) menunjukkan  suatu perubahahan editorial sejak revisi akhir atau persetujuan ulang yang terakhir.

Note – Section 19 diedit pada Bulan September 1990



1. Ruang Lingkup
1.1 Metode pengujian ini untuk menentukan kuantitas distribusi ukuran butiran tanah yang lebih besar dari 75mm (tertahan oleh saringan No.200).  Sedangkan partikel yang lebih kecil dari 75 mm ditentukan dengan menggunakan uji hydrometer.

Note 1 – Pemisahan mungkin dilakukan pada No. 4 (4.75 mm), No, 40 (425 mm), atau No. 200 (75 mm). Apapun saringan yang digunakan, harus dicatat di laporan.
Note 2 – Dua jenis alat dispersi yang dipakai adalah: (1) pengaduk mekanis kecepatan tinggi, dan (2) dispersi udara (air dispersion). Penyelidikan ekstensif menunjukkan bahwa alat dispersi udara memberikan dispersi tanah-tanah plastis dibawah ukuran 20-mm yang lebih positif dan degradasi yang lebih kurang untuk seluruh ukuran saat digunakan dengan tanah berpasir. Karena kelebihan-kelebihan dispersi udara inilah sehingga alat ini dianjurkan untuk digunakan. Hasil dari dua jenis alat ini berbeda dalam hal besaran, tergantung dari jenis tanah, mengakibatkan perbedaan dalam distribusi ukuran partikel, terutama untuk ukuran lebih halus dari 20 mm.

2. Referensi
2.1 ASTM standards:
D 421 Practice for Dry Preparation of Soil Samples for Particle Size Analysis and Determination of Soil Constants
E.11 Spesification for Wire-Cloth Sieves for Testing Purposes
E 100 Specification for ASTM Hydrometers

3. Peralatan
3.1 Balances / Timbangan – Timbangan dengan ketepatan 0.1-g untuk menimbang material lolos saringan No.10 (2.00-mm) dan timbangan dengan sensitivitas 0.1% dari beratnya untuk menimbang material yang tertahan saringan No. 10. 
3.2 Alat Penggerak – Baik alat A atau B bisa digunakan.
3.2.1 Apparatus A: Alat pengaduk dengan tenaga motor listrik yang memutar batang pengaduk paling lambat 10,000 rpm tanpa beban. Tangkai harus dilengkapi dengan pelat pengaduk yang terbuat dari besi, plastik dan karet keras seperti terlihat pada Gambar 1. Batang pengaduk harus memiliki panjang sehingga pelat pengaduk beroperasi tidak kurang dari 1.5 inci (38.1mm) dari dasar mangkok dispersi. Mangkok dispersi (sesuai dengan ASTM D 422), seperti Gambar 2, harus dapat menahan sampel saat proses dispersi
3.2.2 Alat B harus dilengkapi dengan tabung pemisah partikel mempergunakan udara seperti terlihat pada Gambar 3.

Note 3 – Jumlah udara yang diperlukan untuk proses pemisahan adalah 2 ft3/min; beberapa compressor udara tidak mampu memberikan kebutuhan udara tersebut untuk beroperasi.
Note 4 – Alat sejenis lainnya yang dikenal dengan nama tabung pemisah partikel, dikembangkan oleh Chu dan Davidson dari Iowa State Collage, memberikan hasil yang sama dengan tabung udara pemisah partikel.
Note 5 – Air mungkin mengembun dalam saluran air saat tidak digunakan. Air ini harus dihilangkan, baik dengan dengan menggunakan water trap dalam saluran air, atau dengan meniup air keluar dari saluran sebelum menggunakan udara untuk keperluan dispersi.

3.3 Hydrometer – Hydrometer ASTM, dapat membaca dalam bentuk tahanan berat jenis atau tahanan grams per liter, dan mengacu dengan menggunakan Hydrometer 151H atau 152H dalam spesifikasi E 100.  Dimensi dari keduanya sama hanya skalanya yang berbeda.
3.4 Silinder Sedimentasi – Gelas silinder dengan tinggi 18 inch (457 mm) dan diameter 2.5 inch (63.5 mm) dengan volume 1000 mL. Diameter dalam gelas sedemikian rupa sehingga angka 1000 mL ditandai sekitar 36 ± 2 cm dari dasar dalam gelas.
3.5 Thermometer – memiliki ketepatan pengukuran sampai 10F (0.50C).
3.6 Saringan – Beberapa saringan mengacu pada spesifikasi E 11.  Satu set lengkap dari saringan seperti berikut:



No Saringan
Ukuran Lubang (mm)
3-in
75.000
2-in
50.000
11/2-in
37.500
1-in
25.000
3/4-in
19.000
3/8-in
9.500
No.4
4.750
No.10
2.000
NO.20
0.850
No.40
0.425
No.80
0.180
No.120
0.125
No.200
0.075

Note 6 - Sebuah set saringan yang memberikan uniform spacing titik-titik dalam grafik seperti yang disyaratkan dalam Bagian 17, dapat dipergunakan jika diinginkan. Set saringan ini berisi:

No Saringan
Ukuran Lubang (mm)
3-in
75.000
11/2-in
37.500
3/4-in
19.000
3/8-in
9.500
No.4
4.750
No.8
2.360
No.16
1.18
No.30
0.300
No.50
0.150
No.100
0.125
No.200
0.075

3.7 Water Bath atau Ruangan dengan temperatur konstan - Water bath dapat berupa tangki air dengan insulasi agar dapat menjaga suhu suspensi pada 680F (200F). Untuk ruangan yang memiliki kontrol suhu otomatis, water bath tidak diperlukan.
3.8 Beaker - Sebuah gelas beaker dengan kapasitas 250 mL.
3.9 Alat pencatat waktu - Jam tangan atau jam dinding dengan penunjuk detik.

4. Larutan Pendispersi
4.1 Suatu larutan sodium hexametafosfat (disebut juga sodium metafosfat) harus digunakan dalam air suling atau air demineralisasi, dengan 40 g sodium metafosfat/liter larutan. (Catatan 7)

Note 7 - Larutan garam ini, jika bersifat asam, perlahan-lahan kembalikan atau hidrolisa kembali ke bentuk ortofosfat dengan penurunan resultan dalam aktivitas dispersif. Larutan harus dipersiapkan secara berkala (paling tidak sekali sebulan) atau diubah menjadi pH 8 atau 9 dengan menggunakan sodium karbonat. Botol-botol yang mengandung larutan harus memiliki tanggal pembuatan pada sisinya.

4.2 Semua air yang digunakan harus salah satu dari air suling atau air demineralisasi. Air untuk tes hidrometer harus diusahakan memiliki suhu yang diperkirakan akan terjadi selama tes hidrometer. Sebagai contoh, jika silinder pengendapan akan diletakkan didalam water bath, air suling atau air demineral yang akan digunakan harus disamakan temperaturnya dengan temperatur water bath; atau jika silinder pengendapan dipergunakan didalam ruangan yang memiliki kontrol temperatur, air untuk tes tersebut harus memiliki temperatur yang sama dengan ruangan. Temperatur dasar untuk tes hidrometer adalah 680F (200C). Variasi kecil dalam temperatur tidak menyebabkan perbedaan yang signifikan dalam praktek dan tidak menghindari penggunaan koreksi yang diturunkan sebagaimana diterangkan.

5. Uji Sampel
5.1 Persiapkan sampel tes untuk analisis mekanis seperti yang diterangkan dalam Practice D421. Selama proses persiapan sampel dibagi menjadi dua bagian. Satu bagian hanya berisi partikel yang tertahan pada saringan No.10 (2.00 mm), sementara bagian yang lain hanya berisi partikel yang melewati saringan No.10. Berat dari tanah yang dikeringkan diudara yang dipilih untuk keperluan tes, sebagaimana yang tercantum dalam Practice D421, harus cukup untuk menghasilkan kuantitas untuk analisis mekanis sebagai berikut:
5.1.1 Ukuran dari bagian yang tertahan pada saringan No.10 harus tergantung pada ukuran partikel maksimum, sesuai dengan aturan berikut:

Diameter terbesar
partikel, in (mm)
Perkitaan minimal proporsi berat, g
3/8 (9.5)
500
3/4 (19.0)
1000
1 (25.4)
2000
11/2 (38.1)
3000
2 (50.8)
4000
3 (76.2)
5000


5.1.2 Ukuran dari bagian yang melewati saringan No.10 harus kira-kira 115 g untuk tanah berpasir (sandy soil) dan kira-kira 65 g untuk tanah lanau dan lempung.
5.2 Persiapan dilakukan dalam Bagian 5 Practice D 421 untuk menimbang tanah yang dikeringkan diudara untuk keperluan tes, separasi tanah pada saringan No.10 dengan penyaringan kering dan pencucian, dan penimbangan bagian tanah tertahan pada saringan No.10 yang telah dicuci dan dikeringkan. Dari kedua berat ini, persentase tertahan dan lewat saringan No.10 dapat dihitung berdasarkan 12.1.

Note 8 - Pengecekan nilai berat dan kesempurnaan penghalusan bongkahan tanah dapat dilakukan dengan dengan menimbang bagian yang lewat saringan No.10 dan menambahkan nilai ini kepada berat bagian yang tertahan pada saringan No.10 yang telah dicuci dan di keringkan dengan oven.

Analisa Saringan Bagian yang Tertahan Pada Saringan No.10 (2.00 mm)

6. Prosedur
6.1 Pisahkan bagian yang tertahan pada saringan No.10 (2.00 mm) kedalam beberapa fraksi dengan menggunakan saringan 3 inci (75 mm), 2 inci (50 mm), 1.5 inci (37.5 mm), 1 inci (25.0 mm), 3/4 inci (19.0 mm), 3/8 inci (9.5 mm), No. 4 (4.75 mm) dan No.10 (2.00 mm), atau sebanyak yang diperlukan tergantung dari sampel, atau spesifikasi untuk material yang akan di uji.
6.2 Lakukan pengayakan dengan cara menggerakkan  saringan secara lateral dan vertikal,  ditambah dengan gerakan mengguncang untuk menjaga sampel agar bergerak terus menerus pada bagian permukaan saringan. Jangan sekali-kali menyentuh bagian-bagian tanah dengan tangan. Teruskan proses pengayakan sampai tidak lebih dari 1 persen berat residu pada saringan melewati saringan tersebut dalam 1 menit pengayakan. Pada pemakaian ayakan mekanis, uji kesempurnaan pengayakan dengan menggunakan metoda ayakan dengan tangan seperti yang dijelaskan diatas.
6.3 Tentukan berat dari tiap-tiap fraksi dengan menggunakan neraca yang sesuai dengan persyaratan dalam 3.1. Setelah ditimbang semua, jumlah berat tanah yang tertahan pada tiap-tiap saringan harus sama atau mendekati berat awal tanah sebelum diayak.

Analisis Saringan dan Hidrometer Untuk Bagian yang Lolos Saringan No.10
(2.00 mm)

7. Penentuan Koreksi Gabungan Pada Pembacaan Hidrometer
7.1 Persamaan untuk persentase tanah yang tinggal dalam suspensi, seperti yang diberikan dalam 14.3, adalah berdasarkan penggunaan air suling atau air demineral. Walaupun demikian, larutan pendispersi digunakan dalam air, dan berat jenis (specific gravity) cairan  lebih besar daripada jika digunakan air suling dan air demineral.
7.1.1 Kedua hidrometer tanah telah dikalibrasi pada 680F (200C) dan variasi pada temperatur dari temperatur standar ini menghasilkan ketidakakuratan pada pembacaan hidrometer aktual. Besarnya ketidakakuratan akan meningkat seiring dengan peningkatan variasi dari temperatur standar.
7.1.2 Hidrometer memiliki skala bacaan dari pabrik pembuatnya untuk dibaca dari bagian bawah meniscus yang terbentuk dari cairan pada bagian dasar. Karena tidak mungkin untuk mendapatkan bacaan dari larutan suspensi tanah dari ujung bawah meniscus, bacaan harus diambil dari bagian atas, dan perlu adanya faktor koreksi.
7.1.3 Jumlah bersih (net amount) dari faktor koreksi untuk tiga hal yang disebutkan dijadikan sebagai koreksi gabungan (composite correction), dan dapat ditentukan dengan eksperimen
7.2 Untuk memudahkan, sebuah grafik atau tabel dari faktor koreksi gabungan untuk perbedaan temperatur sebesar 10C dapat dipakai dan digunakan sesuai kebutuhan. Pengukuran dari koreksi komposit dapat dilakukan pada 2 rentangan uji temperatur yang diharapkan dan perhitungan untuk koreksi dari temperatur selanjutnya dapat dengan menggunakan hubungan garis lurus di antara dua angka yang diamati.
7.3 Siapkan 1000 mL campuran air distille/demineralized dengan larutan pendispersi, dengan takaran yang sama pada saat melakukan uji hydrometer. Masukan cairan ke silinder sedimentasi dengan temperatur yang konstant, atur untuk menggunakan 2 temperatur.  Bila temperatur mulai konstan, masukan hydrometer, setelah beberapa saat, baca hydrometer di atas meniscus. Untuk hydrometer 151H,  pembacaan koreksi komposit berbeda dengan angka satu; untuk hydrometer 152H, pembacaan berbeda dengan angka nol.  Buat cairan dan hydrometer ke suatu temperatur yang lain, dan lakukan koreksi seperti sebelumnya.

8. Kelembaban Hygroscopic
8.1 Ketika sample ditimbang untuk uji hydrometer, pisahkan kurang lebih 10 sampai 15 g pada suatu wadah gelas kecil, keringkan sample di dalam oven bertemperatur , timbang lagi, dan catat beratnya.

9. Dispersi dari Sampel Tanah
9.1 Bila tanah terdiri dari lempung dan lanau, pisahkan kurang lebih 50g dan kering udarakan.  Bila tanah kebanyakan terdiri dari pasir, sampel harus kurang lebih 100g.
9.2 Tempatkan sampel pada wadah 250 mL dan tuangkan 125 mL sodium hexametaphospate dengan kandungan 40g/L.  Aduk sampai tanah basah merata. Diamkan sampai kurang lebih 16 h (jam).
9.3 Setelah periode perendaman, disperikan sampel dengan apparatus A ataupun B.  Jika apparatus A yang digunakan, pindahkan sampel ke dalam gelas dispersi pada Gambar 2, Bilas wadah untuk membersihkan sampel yang tersisa dengan menggunakan air distilled (Note 9).  Tambahkan air distilled, jika di perlukan, sampai gelas kurang lebih penuh setengahnya.  Aduk sampai 1 menit.

Note 9 – Alat penyuntik dengan ukuran besar sangat cocok untuk pembilasan.  Alat lain termasuk botol pembilas dengan selang yang tersambung dengan nozzle untuk memberi tekanan pada air distilled.

9.4 Jika apparatus B (Gambar 3) yang digunakan, buka tutup tabung dan sambungkan tabung  menggunakan selang karet, dengan konpresor udara.  Pengukur tekanan udara harus terletak antara tabung dan valve pengontrol.  Buka valve sampai menunjukan kekuatan tekanan 1 psi (7 kPa) (Note 10).  Pindahkan campuran air dan sampel kedalam tabung dengan cara membilas menggunakan air distilled.  Tambahkan air distilled jika diperlukan, sampai total volume di dalam tabung tidak lebih dari 250 mL.

Note 10 – Tekanan udara pertama 1 psi dibutuhkan untuk menjaga agar campuran air dan tanah tidak masuk ke dalam ruangan udara jet pada saat dipindahkan ke dalam tabung dispersi.

9.5 Tutup tabung dan buka valve pengontrol sampai tekanan 20 psi (140 kPa).  Dispersikan tanah dengan mengacu pada ketentuan di bawah:

Indek plastisitas
Waktu disperi, menit
< 5
5
6 – 20
10
> 20
15

Tanah yang mengandung mica, hanya perlu didispersi selama 1 menit. Setelah periode dispersi, kecilkan tekanan sampai 1 psi untuk persiapan pemindahan air dan tanah ke silinder sedimentasi.

10. Uji Hydrometer
10.1 Segera setelah dispersi, pindahkan campuran ke dalam silinder sedimentasi, tambahkan air distilled sampai volume total 1000 mL.
10.2 Dengan menggunakan telapak tangan (atau dibantu dengan tutup karet), gerakan silinder ke atas dan kebawah selama 1 menit untuk proses agitasi pada campuran (Note 11).  Setelah waktu 1 menit terlewatkan, letakan silinder pada tempat yang layak dan mulai pembacaan hydrometer mengikuti interval waktu ( mengukur sedimentasi dari permulaan), atau sebanyak mungkin yang bisa ditambahkan, tergantung dari spesifikasi material yang diuji: 2, 5, 15, 30, 60, 250, 1440 menit  Jika pengontrol air digunakan, proses sedimentasi dalam silinder harus dicatat dalam waktu di antara 2 dan 5 menit.

Note 11 – Waktu yang diperlukan dalam periode ini kurang lebih 60 hitungan, menggerakan ke samping atas dan bawah dianggap sebagai 2 hitungan. Tanah yang tertinggal di dasar silinder pada saat gerakan pertama, dapat di lepaskan dengan gerakan mengoyang yang kuat pada saat posisi terbalik.

10.3 Untuk melakukan pembacaan hydrometer lebih teliti, masukan hydrometer 20 sampai 25 detik sebelum pembacaan.  Secepatnya setelah melakukan pembacaan, dengan hati-hati kembali hydrometer kedalam tabung berisi air distilled dengan gerakan memutar pada saat memasukan.

Note 12 – Sangatlah penting untuk memindahkan hydrometer segera setelah pembacaan.  Pembacaan harus diambil dari atas titik meniscus di sekelilingnya, karena tidak memungkinkan untuk membaca angka di bawah meniscus.

10.4 Setiap kali pembacaan, ukur temperatur dengan menggunakan termometer.

11. Analisa Saringan
11.1 setelah melakukan pembacaan akhir pada hydrometer, pindahkan isinya ke dalam saringan No. 200 (75 mm) dan bilas, sampai air bilasan bersih.  Pindahkan material yang tersisa dalam saringan No. 200 ke dalam wadah, keringkan di dalam oven dengan temperatur 221 – 239 0F (105 – 115 0C), lakukan analisa saringan pada porsi yang tertahan dengan menggunakan sebanyak saringan yang diperlukan atau sesuai dengan keperluan material atau sesuai dengan spesifikasi material yang di uji.

PERHITUNGAN DAN LAPORAN


12. Angka Analisa Saringan Untuk Porsi Butiran yang lebih Kasar dari Saringan No. 10 (2.00 mm)
12.1 Hitung presentase yang lolos dari saringan No. 10 dengan membagi berat yang lolos saringan No. 10 dengan berat tanah keseluruhan dan dikalikan dengan 100.  Untuk mendapatkan berat yang lolos saringan No. 10, kurangkan berat awal sampel dengan berat yang tertahan oleh saringan No. 10.
12.2 Untuk memastikan jumlah total berat tanah yang lolos saringan No. 4 (4.75 mm), jumlahkan berat tanah yang lolos pada saringan No. 10 dengan  pecahan lolos dari saringan No. 4 dan tertahan di saringan No. 10. Untuk memastikan jumlah total berat tanah yang lolos saringan 0.375 inch (9.5 mm), jumlahkan berat tanah yang lolos pada saringan No. 4 dengan  pecahan lolos dari saringan 0.375 inch dan tertahan di saringan No. 4.  Untuk saringan yang lain, gunakan perhitungan dengan cara yang sama.
12.3 Untuk menentukan total presentase yang lolos untuk setiap saringan, bagi total berat yang lolos (lihat 12.2) dengan total berat sample dan kalikan dengan 100.

13. Faktor Koreksi Kelembaban Hygroscopic
13.1 Faktor Koreksi Kelembaban Hygroscopic adalah rasio antara berat kering oven sampel dan berat kering udara sampel sebelum dikeringkan.  Angka ini bernilai kurang dari satu, kecuali bila tidak ada kelembaban hygroscopic.

14. Presentase tanah yang halus (lolos saringan No.200)
14.1 Hitung berat kering oven tanah yang digunakan untuk analisa hydrometer dengan membagi berat kering udara dengan faktor koreksi kelembaban hygroscopic.
14.2 Hitung berat total sampel yang mewakili dengan berat tanah yang digunakan untuk uji hydrometer, dengan membagi berat kering oven dengan presentase tanah yang lolos saringan No. 10 (2.00 mm) dan kalikan hasilnya dengan 100.  Angka ini adalah W didalam formula untuk menghitung presentase tanah lolos saringan No. 200.

Tabel 1. Harga Faktor Koreksi, a.

Berat Jenis
Faktor koreksi
2.95
0.94
2.90
0.95
2.85
0.96
2.80
0.97
2.75
0.98
2.70
0.99
2.65
1.00
2.60
1.01
2.55
1.02
2.50
1.03
2.45
1.05
14.3 Presentase tanah yang lolos saringan No. 200 dimana hydrometer mengukur kepadatannya, dapat dihitung sebagai berikut (Note 13): Untuk hydrometer jenis 151H:

P = [(100 000/W) x G/(G-Gl)] (R-Gl)

Note 13 – Hasil formula di dalam kurung untuk hydrometer 151H merupakan angka konstanuntuk seri pembacaan dan dapat dihitung terlebih dahulu kemudian dapat dikalikan dengan bagian di dalam kurung.

Untuk hydrometer 152H:

P = (Ra/W) x 100

Dimana,
a = Faktor koreksi yang dipakai bila menggunakan hydrometer 152H. (angka yang diberikan merupakan angka hasil skala dengan menggunakan berat jenis 2.65. Faktor koreksi dapat dilihat pada Tabel 1.)
P = Presentase tanah yang lolos dari saringan No.200 dimana uji hydrometer mengukur kepadatannya.
R = Bacaan hydrometer yang dikoreksi komposit (section 7)
W = Berat kering oven tanah dari total uji sampel yang mewakili dengan berat tanah terdispersi (lihat 14.2), g.
G = Berat jenis dari partikel tanah
Gl = Berat jenis cairan yang digunakan oleh partikel tanah.  Gunakan angka 1. Untuk Gl pertama penggunaan angka yang bervariasi tidak banyak menimbulkan perbedaan hasil dan untuk Gl kedua, Koreksi komposit untuk harga R bergantung pada angka 1 untuk Gl.

15. Diameter Partikel Tanah
15.1 Diameter partikel tanah berdasarkan presentase yang diberikan dari pembacaan hydrometer dapat dihitung dengan menggunakan hukum Stoke (Note 14), dengan dasar diameter partikel yang berada pada permukaan pada saat pertama proses sedimentasi dan sudah mengalami penurunan, yang mana telah diukur oleh hydrometer.  Menurut hukum Stoke:


Dimana,
D                =  diameter partikel, mm
h                =   koefisien viskositas aquades (poise), bergantung pada temperatur.
L                 =  effective depth, cm. Tabel 2
T                =  elapsed time, menit
G                =  specific gravity of soil
Gl                =   specific gravity (kepadatan relatif) ,bisa digunakan angka 1 untuk semua material

Note 14 – Karena hukum Stoke mempertimbangkan kecepatan dari satu butir yang jatuh di dalam cairan, ukurannya mewakili diameter dari butiran yang akan jatuh dengan kecepatan yang sama dengan partikel tanah.

15.2  Untuk menyederhanakan di dalam perhitungan,  formula di atas dapat disederhanakan menjadi:

                             

Dimana,
K  = harga konstant yang bergantung terhadap temperatur dan berat jenis dari partikel tanah.  Harga K dapat dilihat pada Tabel 3.  Harga K tidak berubah selama pembacaan, sementara harga L dan T bervariasi.

15.3 Harga D dapat dihitung dengan akurasi yang tepat, dengan menggunakan 10 inch penggaris geser.

Note 15 – Harga L dibagi dengan T menggunakan skala A dan B, diakarkan sudah mengindikasikan harga D.  Lalu dikalikan dengan K, dengan menggunakan skala C atau C1.

16. Analisa Saringan untuk Butiran Lolos dari Saringan No.10 (2.00 mm)
 16.1 Perhitungan presentase dari bermacam-macam ukuran saringan yang digunakan untuk uji saringan pada sampel dari uji hydrometer, dilakukan dengan beberap langkah.  Langkah pertama, menghitung berat pecahan yang tertahan di saringan No. 10 yang belum dipindahkan.  Berat ini sama dengan total presentase yang tertahan di saringan No. 10 ( 100 dikurang total presentase yang lolos) , berat total dari sampel diwakili oleh berat tanah yang digunakan (seperti perhitungan pada section 14.2) dan hasilnya dibagi oleh 100.
16.2 Selanjutnya hitung total berat yang lolos saringan No. 200.  Jumlahkan berat pecahan yang tertahan  pada semua saringan, termasuk saringan No. 10. Kurangi total berat sample dengan jumlahnya (seperti perhitungan pada section 14.2).
16.3  Selanjutnya hitung berat total yang  lolos pada masing-masing saringan, menggunakan cara  yang diberikan pada section 12.2.
16.4 Perhitungan terakhir, total presentase yang lolos, dengan membagi total berat yang lolos (dihitung pada 16.3) dengan total berat sampel (dihitung pada  14.2) dan kalikan dengan 100.

17. Grafik
17.1 Sesudah uji Hydometer dilakukan, grafik dari hasil uji dapat ditampilkan, plot diameter butiran dalam skala logaritma sebagai sumbu x and presentase butiran yang lolos sebagai sumbu y.  Bila uji hydrometer tidak dilakukan dengan proporsi tanah, persiapan dari grafik secar optimal, karena angka dapat diambil langsung dari data tertabulasi.

18. Laporan
18.1 Laporan harus termasuk:
18.1.1 Ukuran maksimal partikel
18.1.2 Presentase yang lolos pada tiap saringan, yang ditabulasikan dan diplot dalam bentuk grafik (Note 16)
18.1.3 Deskripsi dari pasir dan partikel gravel:
18.1.3.1 Bentuk – bulat atau bersudut
18.1.3.2 Kekerasan – keras dan tahan, lemah atau lapuk dan pecah-pecah.
18.1.4 Berat jenis
18.1.5 Segala macam kesulitan dalam mendispersi pecahan yang lolos dari saringan No. 10 (2.00 mm), yang meng-indikasikan perubahan jenis ataupun jumlah larutan dispersi yang digunakan.
18.1.6 Alat yang digunakan untuk proses dispersi dan waktu yang digunakan.

Note 16 – Grafik ini dapat menunjukan gradasi dari sampel uji. Jika partikel lebih besar dari sampel yang dipindahkan sebelum uji dimulai, berikan catatan mengenai maksimal ukuran dan jumlahnya.

18.2 Untuk material dengan spesifikasi yang lebih pasti,  pecahan-pecahan yang ada harus dilaporkan.  Pecahan yang lebih kecil dari saringan No. 10 dapat dilihat dari grafik.
18.3 Untuk material dengan spesifikasi yang tidak terindikasi dan tanah terkomposisi dari partikel yang lolos saringan No. 4 (4.57 mm), hasil yang ditampilkan pada grafik dapat dilaporkan sebagai berikut:



     


     Tabel 2. Harga kedalaman efektif (L) untuk hukum Stoke
Hydrometer 152H
Hydrometer 151H

Original Hyd. Reading (Corrected for Meniscus Only)
Effective Depth, L (cm)
Original Hyd. Reading (Corrected for Meniscus Only)
Effective Depth, L (cm)
Original Hyd. Reading (Corrected for Meniscus Only)
Effective Depth, L (cm)
Original Hyd. Reading (Corrected for Meniscus Only)
Effective Depth, L (cm)
0
16.3
31
11.2
1.000
16.3
1.031
8.1
1        
16.1
32
11.1
1.001
16
1.032
7.8
2        
16.0
33
10.9
1.002
15.8
1.033
7.6
3        
15.8
34
10.7
1.003
15.5
1.034
7.3
4        
15.6
35
10.5
1.004
15.2
1.035
7
5        
15.5
36
10.4
1.005
15
1.036
6.8
6        
15.3
37
10.2
1.006
14.7
1.037
6.5
7        
15.2
38
10.1
1.007
14.4
1.038
6.2
8        
15.0
39
9.9
1.008
14.2


9        
14.8
40
9.7
1.009
13.9


10     
14.7
41
9.6
1.010
13.7


11     
14.5
42
9.4
1.011
13.4


12     
14.3
43
9.2
1.012
13.1


13     
14.2
44
9.1
1.013
12.9


14     
14.0
45
8.9
1.014
12.6


15     
13.8
46
8.8
1.015
12.3


16     
13.7
47
8.6
1.016
12.1


17     
13.5
48
8.4
1.017
11.8


18     
13.3
49
8.3
1.018
11.5


19     
13.2
50
8.1
1.019
11.3


20     
13.0
51
7.9
1.020
11


21     
12.9
52
7.8
1.021
10.7


22     
12.7
53
7.6
1.022
10.5


23     
12.5
54
7.4
1.023
10.2


24     
12.4
55
7.3
1.024
10


25     
12.2
56
7.1
1.025
9.7


26     
12.0
57
7.0
1.026
9.4


27     
11.9
58
6.8
1.027
9.2


28     
11.7
59
6.6
1.028
8.9


29     
11.5
60
6.5
1.029
8.6


30     
11.4


1.030
8.4














(1)     Gravel lolos 3 inch dan tertahan saringan No. 4 , %
(2)     Pasir yang lolos saringan No. 4 dan tertahan No. 200, %
(a)      pasir kasar, lolos saringan No. 4 dan tertahan saringan No. 10, %
(b)     pasir sedang, lolos saringan No. 10 dan tertahan saringan No. 40, %
(c)      pasir sedang, lolos saringan No. 40 dan tertahan saringan No. 200, %
(3)     Ukuran lanau, 0.074 sampai 0.005 mm, %
(4)     Ukuran lempung, lebih kecil dari 0.005 mm, %
(5)     Colloids, lebih kecil dari 0.001 mm, %

18.4 Untuk material dengan spesifikasi yang tidak terindikasi dan tanah terkomposisi dari partikel yang tertahan saringan No. 4 (4.57 mm), dianjurkan untuk melakukan analisa saringan, hasilnya dapat dilaporkan sebagai berikut (Note 17):





ANALISA SARINGAN

Ukuran Saringan
Presentase Lolos
3-in

2-in

11/2-in

1-in

3/4-in

3/8-in

No.4 (4.75 mm)

No.10 (2.00 mm)

No.40 (425 mm)

No.200 (75 mm)


ANALISA HYDROMETER

0.0074 mm                                          …………
0.005 mm                                            …………
0.001 mm                                            …………

Note 17 – Saringan No. 8 (2.36 mm) dan No. 50 (300 mm) bisa saja menggantikan No. 10 dan No. 40.

19. Keywords
19.1 Ukuran butiran; analisa hydrometer; kelembaban hygroscopic; ukuran partikel; analisa saringan.





Tabel 3. Harga K untuk berbagai jenis berat isi dan temperatur

Temperatur
Berat isi
(°C)
2.50
2.55
2.60
2.65
2.70
2.75
2.80
2.85
16     
0.0151
0.0148
0.0146
0.0144
0.0141
0.0139
0.0137
0.0136
17     
0.0149
0.0146
0.0144
0.0142
0.0140
0.0138
0.0136
0.0134
18     
0.0148
0.0144
0.0142
0.0140
0.0138
0.0136
0.0134
0.0132
19     
0.0145
0.0143
0.0140
0.0138
0.0136
0.0134
0.0132
0.0131
20     
0.0143
0.0141
0.0139
0.0137
0.0134
0.0133
0.0131
0.0129
21     
0.0141
0.0139
0.0137
0.0135
0.0133
0.0131
0.0129
0.0127
22     
0.0140
0.0137
0.0135
0.0133
0.0131
0.0129
0.0128
0.0126
23     
0.0138
0.0136
0.0134
0.0132
0.0130
0.0128
0.0126
0.0124
24     
0.0137
0.0134
0.0132
0.0130
0.0128
0.0126
0.0125
0.0123
25     
0.0135
0.0133
0.0131
0.0129
0.0127
0.0125
0.0123
0.0122
26     
0.0131
0.0131
0.0129
0.0127
0.0125
0.0124
0.0122
0.0120
27     
0.0132
0.0130
0.0128
0.0126
0.0124
0.0122
0.0120
0.0119
28     
0.0130
0.0128
0.0126
0.0124
0.0123
0.0121
0.0119
0.0117
29     
0.0129
0.0127
0.0125
0.0123
0.0121
0.0120
0.0118
0.0116
30     
0.0128
0.012.6
0.0124
0.0122
0.0120
0.0118
0.0117
0.0115

1 komentar:

  1. CV RUNDAWA TEKNIK Pusat alat alat laboratorium teknik sipil untuk pengetesan tanah , semen , beton , aspal , batuan , pasir dan pertambangan .
    jual sondir 2.5 ton | sondir 5 ton | sondir 10 ton manual / hydraulic , jual hammer test , jual press beton , jasa sondir , jual sand cone test , slump test , cbr laboratorium , field cbr test , vane shear test , triaxial , cylinder mold , cube mold , 3 gang , sieve shaker , spt test , unconfined test , coredrilling machine
    Info spesifikasi alat silahkan hubungi contact d bwh ini :
    E-mail : emiliftrn@gmail.com
    Tlp/Wa : 08122196117 . Open 24hours

    BalasHapus