Kamis, 05 April 2012

soil investigation ( penyelidikan tanah) +6281213288147

Penyelidikan tanah yang umumnya dilakukan adalah berdasarkan metode :
1. Cone Penetration Test (CPT) , yang umum digunakan adalah sondir baik dengan Dutch Cone (Begemann Type) atau bikonus (friction cone) baik manual (yg paling sering dilaksanakan mengingat akses kelokasi yang jauh) dan maupun dengan truk (truck mounted CPT),untuk lokasi yang mudah dijangkau dan akses yang memungkinkan, berbagai macam konus bisa dipergunakan sesuai peruntukannya
Metode Penyelidikan Tanah yang umumnya mengacu pada Standard ASTM D3441.
CPT dilakukan untuk setiap lokasi tower/pole di sepanjang jalur, umumnya penyelidikan tanah untuk tower hanya satu titik penyelidikan pada satu lokasi tower dan bila perlu pada tiap kaki tower untuk memperoleh hasil yang memuaskan, sedangkan untuk pole hanya satu titik yang umumnya dilakukan,
2. Borehole , pekerjaan penyelidikan lapangan dengan cara membor tanah sampai dengan jarak tertentu pada kedalam baik secara manual (hand auger) maupun dengan mesin. Berbagai jenis lapisan dapat dipeoleh melalui pengamatan (dalam bentuk bore log) dan beberapa parameter tiap lapisan (soil layer) di peroleh lewat serangkain tes di laboratorium
3. Soil Mechanic Test in Laboratory, penyelidikan dilakukan dengan membawa hasil (sample) dari pengeboran tanah untuk dilakukan parameter nilai dari lapisan tanah. Seperti berat jenis, triaxial test, dll
4. Trial (Test) Pit , atau penggalian percobaan umumnya dilakukan pada saat akan dimulai pekerjaan kontruksi pondasi dan berguna untuk jenis pondasi dangkal (shallow foundation). Jika terdapat perbedaan dari hasil penyelidikan tanah pada saat awal dapat memeberikan kesempatan untuk mngusulkan perubahan soil class atau foundation type.
Dari hasil penyelidikan tanah tersebut akan dirangkum (compile) ke dalam Foundation Schedule.
Berdasarkan penyelidikan tanah, tanah di bagi kedalam berbagai soil class, yang didasarkan pada :
- Daya dukung tanah (allowable bearing capacity)
- Kondisi letak air tanah (Ground Water Condition) : Kering (dry) atau jenuh (submerged)
- Sudut keruntuhan tanah (Soil Frustrum Angle)
- Kondisi lapisan bawah (Ground Layer Condition) : Tanah (soil) atau Batuan (Rock)
Untuk berbagai soil class diberikan pengenal umum dalam bentuk angka/huruf seperti Soil Class 1, 2, 3, 3w, 4a, 4b, 5, 6a, 6b, 7 dll yang juga diberikan type pondasi (foundation type) yang diusulkan untuk berbagai soil class.
Hasil Penyelidikan Tanah disiapkan dalam bentuk dokumen engineering yang berisikan :
1. CPT Report yang berisikan : Data pengukuran , CPT Chart / grafik sondir dan foto lokasi sondir
2. Borelog, untuk tiap lokasi tower yang dibutuhkan penentuan jenis lapisan dan penyelidikan lanjutan
3. Soil Test Report, dari laboratorium untuk lokasi tanah buat pondasi yang diperlukan guna penyelidikan lanjutan
4. Foundation Schedule, yang merupakan rangkuman rencana tipe pondasi dari tiap lokasi struktur yang akan dibangun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar