Kamis, 05 April 2012

PEMERIKSAAN KEPADATAN LAPANGAN DENGAN SAND CONE +6281213288147



15.1 MAKSUD PERCOBAAN
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan kepadatan di tempat dari lapisan tanah atau perkerasan yang telah dipadatkan. Kepadatan lapangan adalah berat kering per satuan isi.

15.2 ALAT – ALAT YANG DIGUNAKAN
1. Alat kerucut pasir yang terdiri dari :
- Botol (dari gelas) kapasitas 4 liter yang akan diisi pasir.
- Kran yang dapat dibuka /ditutup dengan diameter 1,27 cm.
- Corong berupa kerucut dengan tinggi 135,5 cm dan diameter dasar 16,51 cm.
- Plat dasar 30,48 cm x 38,48 cm.
2. Bahan pembantu.
Pasir putih, kering tanpa bahan ikat, sehingga dapat mengalir bebas dengan ukuran butir lewat saringan no.10 dan tertahan saringan no. 200.
3. Timbangan.
Digunakan timbangan kapasitas 10 kg dengan ketelitian 0,1 gram dan kapasitas 500 gram dengan ketelitian 0,1 gram, masing-masing 1 buah.
4. Alat – alat pembantu.
Palu, pahat sendok untuk membuat lubang pada tanah, kaleng dan sebagainya.
5. Alat – alat perlengkapan untuk memeriksa kadar air.

15.3. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Sebelum pemeriksaan, yang perlu diketahui dahulu adalah :
- Berat volume pasir.
- Berat pasir yang akan mengisi kerucut dan lubang plat dasar W0 gram.
2. Memeriksa kepadatan tanah lapangan.
- Isilah botol denagn pasir secukupnya. Timbanglah berat botol bersama pasir = W1 gram.
- Persiapkan permukaan tanah yang akan diperiksa, sehingga dapat diperoleh bidang rata dan datar. Letakkan plat dasar diatas tanah, buat tanda batas lubang plat pada tanah.
- Buat/gali lubang dalam tanah didalam tanda batas yang telah dibuat. Kerjakan secara hati – hati, hindarkan terganggunya tanah sekitar dinding dasar lubang.
- Kumpulkan/masukkan semua hasil tanah galian(jangan sampai ada yang tercecer) dalam kaleng tertutup yang telah diketahui beratnya ( berat kaleng kosong bersama tutupnya = W2 gram ) . Kemudian timbang kaleng dengan tutupnya yang berisi tanah = W3 gram.
- Dengan plat dasar terletak diatas tanah,letakkan botol pasir dengan corongnya menghadap ke bawah di tengah plat dasar. Buka kran dan tunggu sampai pasir berhenti mengaliAƓmengisi lubang melalui corong, kemudian tutup kran.
- Tutup botol bersama corong dengan pasir yang masih tersisa dalam botol, kemudian ditimbang = W4 gram.
- Ambil sebagian tanah dal;am kaleng dan diperiksa kadar airnya, misalnya didapat kadar air = W %.
3. Menetukan volume botol.
- Timbang botol kosong dan kering bersama corongnya = W5 gram.
- Dirikan botol dengan corongnya menghadap keatas kemudian isi air sampai diatas kran. Kemudian tutup kran dan bersihkan/keringkan air dalam corong.
- Timbanglah botol yang telah terisi air = W6 gram, maka volume botol :


Berat jenis air praktis diambil 1 gram/cm3.
4. Menentukan berat voluime tanah yang akan dipakai.
- Dirikan botol kosong (kering) dengan corongnya menghadap keatas pada bidang rata, mendatar dan kokoh. Kemudian isikan pasir dalam corong.
- Bukalah kran, isi botol sampai penuh dan selama pengisian tuang pasir pada corong sehingga dalam corong sehingga dalam corong selalu terdapat pasir lebih dari separuhnya.
- Tutup kran, dan bersihkan kelebihan pasir dalam corong.
- Timbanglah botol yang telah berisi pasir = W7 gram dan hitunglah berat pasir :

5. Mengukur berat pasir yang akan mengisi corong.
- Isi botol dengan pasir secukupnya, tutup kran dan timbanglah berat botol yang terisi pasir = W4 gram.
- Letakkan plat dasar pada suatu bidang rata dan datar. Kemudian letakkan botol dan corongnya menghadap kebawah diatas plat dasar tersebut.
- Buka kran dan biarkan pasir mengalir sampai berhenti.
- Turtup kran, kemudian timbang alat dengan sisa pasir yang tidak mengalir = W5 gram.
- Hitunglah berat pasir pengisi corong :
- W0 = W5 – W4 gram.
Hitungan :
Kepadatan tanah = berat volume kering tanah.


dimana :
W = Berat tanah basah dari lubang = W3 – W2
V = Volume tanah = volume lubang = volume pasir yang mengisi lubang.
=



KESIMPULAN
1. Pemerikasaan kepadatan tanah lapangan dengan metode sand cone sangat berguna dalam pemeriksaan kepadatan tanah karena sangat praktis dan mudah dilakukan dan tidak memerlukan jangka waktu yang lama dalam untuk mengetahui kepadatan suatu contoh tanah.
2. Dari hasil percobaan didapat hasil kepadatan tanah lapangan adalah:
Kepadatan Tanah = 1,122 gr/cm3

COMPACTION (P E M A D A T A N)

BAB VI
P E M A D A T A N

Pemadatan dapat dikatakan sebagai proses pengeluaran udara dari pori-pori tanah dengan salah satu cara mekanis. Cara mekanis yang digunakan dilapangan biasanya dengan menggilas, sedangkan dilaboratorim dengan cara menumbuk atau memukul. Daya pemadatan ini tergantung pada kadar air, meskipun digunakan energi yang sama, nilai kepadatan yang akan diperoleh akan berbeda-beda. Pada kadar air yang cukup rendah tanah sukar dipadatkan, sedangkan pada kadar air yanag cukup tinggi nilai kepadatannya akan menurun, sampai suatu kadar air tinggi sekali sehingga air tidak dapat dikeluarkan dengan pemadatan.
Pada pemadatan dengan kadar air yanag berbeda-beda akan didapat nilai kepadatan yang berbeda pula. Sehingga kadar air tertentu akan didapat keadaan yang paling padat (angka pori yang paling rendah). Kadar air dimana dimana tanah mencapai keadaan yang paling padat disebut kadat air optimum. Untuk menentukan kadar air optimum ini biasanya dibuat grafik hubungan antara kadar air dan berat isi kering. Berat isi kering ini digunakan untuk menentukan kadar air optimium dimana mencapai keadaan paling padat, dapat dilakukan:
1. Percobaan pemadatan di lapangan.
2. Percobaan pemadatan di laboratorium.
Percobaan pemadatan di laboratorium dapat dilakukan dengan dua cara:
1. Percobaan pemadatan standart (standart compaction test).
2. Percobaan pemadatan modified (modified compaction test).

Dengan nilai kadar air yang optimum yang didapat dari percobaan ini, maka kita dapat memadatkan tanah sehingga tanah tersebut akan mempunyai:
- Kekuatan yang lebih besar.
- Kompresibilitas dan daya rembesan yang lebih kecil.
- Ketahanan yang relatif lebih besar terhadap pengaruh air.

6.1. MAKSUD PERCOBAAN
Maksud dari percobaan ini adalah dapat membuat grafik hubungan antara kadar air dan berat isi kering serta angka porinya dan mendapatkan nilai kadar air optimum.

6.2. ALAT-ALAT YANGDIGUNAKAN
1. Silinder pemadatan.
2. Penumbuk standart
3. Alat untuk mengeluarkan contoh dari silinder (dongkrak).
4. Timbangan.
5. Saringan No. 4.
6. Pisau perata dan jangka sorong.

6.3. PERSIAPAN BENDA UJI
1. Contoh tanah dibersihkan, kemudian dikeringkan dengan cara menjemurnya. Hancurkan gumpalan-gumpalan menjadi butiran-butiran dengan palu karet sedemikian rupa sehinggan butiran tanahnya tidak rusak.
2. Butiran-butiran tanah kemudian disaring dengan saringan No. 4. buitran yang tertahan boleh dipecah lebih lanjut. Bagian yang lewat saringan ditimbang.
3. Contoh tanah yang sudah ditimbang ini selanjutnya dicampur dengan air secukupnya hingga merata dengan kadar air yang berbeda-beda untuik tiap kali percobaan.

6.4. PERSIAPAN ALAT
1. Siapkan silinder pemadatan dan penumbuknya. Silinder dan penumbuk dibersihkan, kemudian ditimbang.
2. Pasang dan klem plat atas dan silinder sambungannya.

6.5. PELAKSANAAN PERCOBAAN
1. Contoh tanah dimasukkan kedalam silinder dengan lapisan yanag sama tebalnya sebanyak tiga lapisan. Setiap lapisan masing-masing ditumbuk sebanyak 5 kali secara merata pada seluruh permukaan. Usahakan tebal contoh tanah padat yang diperoleh kira-kira 0,5 cm lebih tinggi dari silinder utama.
2. Silinder sambungan dilepaskan kemudian tanah tersebut dipotong dengan pisau perata hingga tanah dengan permukaan silinder sama rata. Plat dasar dilepaskan, selanjutnya silinder + contoh tanah ditimbang.
3. Contoh tanah dikeluarkan dengan alat pengeluar contoh tanah (dongkrak), kemudian ambil bagian atas dan bawah untuk diperikas kadar airnya.
4. Contoh tanah di atas diulangi dengan contoh tanah lain.

KESIMPULAN
1. Dari percobaan yang telah dilakukan didapat hasil sebagai berikut:
- Kadar air optimum = 20.5 %
- Padat kering maksimum = 1,32 kg/cm3
2. Tanah yang kadar airnya kecil sukar dipadatkan, dengan menambah air, maka pemadatan lebih mudah dilakukan karena air bersifat seperti pelumas.
3. Pada kadar air yang tinggi kepadatan akan turun lagi bersama-sama pori-pori jenuh terisi air yang sudah dilaksanakan dengan pemadatan.

BAB VI
CBR LABORATORIUM

7.1. MAKSUD PERCOBAAN
Maksud percobaan ini dalah untuk menentukan nilai CBR (Calipornia bearing Ratio) dari suatu contoh tanah yang dipadatkan secara modified dan tanpa perendaman, yang dilakukan di laboratorium.

7.2. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN
1. Mesin penekan dengan kapasitas sekurang-kurangnya 4,45 ton yang mempunyai kepala atau dasar dapat bergerak teratur.
2. Cincin beban dengan arloji pengukurnya.
3. Silinder pemadat CBR yang dilengkapi dengan silinder sambungan dan plat alas.
4. Spacer dick (plat ganjal).
5. Penumbuk berat (modified).
6. Plat-plat beban.
7. Piston Penetrasi.

7.3. PERSIAPAN BANDA UJI
1. Contoh tanah yang dikeringkan dan lolos saringan no.4 dicampur dengan air secara merata pada kadar optimum sehingga air optimum sehingga didapat kepadatan maksimal.
2. Plat alas alat pada silinder dipasang dan diklem dan silinder sambungan dipasang.
3. Plat ganjal ditaruh dalam silinder di atas dasar, kemudian kertas filter ditaruh diatas plat ganjal.
4. Contoh tanah yang sudah dipersiapkan tadi dipadatkan dalam silinder pemadatan CBR dengan cara pemadatan
5. Silinder sambungan dilepaskan, tanah padat dipotong dan diratakan sehingga rata dengan permukaan '„madatan.
6. Plat alas dilepaskan dan plat ganjal diambil. Berat silinder dan tanah didalamnya ditimbang dan dicatat untuk menghitung berat volume tanah.

7.4. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Selembar kertas filter diletakkan diatas plat alas dan balikkan silinder berisi tanah, letakkan di atas plat alas dan diklem.
2. Beban-beban ditaruh diatas tanah dalam silinder dengan jumlah beban yang sesuai dengan tekanan yang akan bekerja pada tanah nantinya.
3. Pada silinder pada mesin penetrasi piston penetrasi diatur menempel muka tanah.
4. Arloji beban dan arloji penetrasi diatur pada pembacaan nol.
5. Pembebanan mesin dikerjakan sehingga piston mempunyai kecepatan penetrasi kurang lebih 1,27 mm/menit. Besarnya penetrasi dan beban penetrasi dibaca dan dicatat pada saat penetrasi sebesar harga-harga yang tertera dalam daftar percobaan.
6. Benda uji dikeluarkan dari silinder, kemudian periksa kadar airnya.

ANALISA PERHITUNGAN
Nilai CBR (%) :
1. Penetrasi 0,1” = tekanan dikoreksi x 100 %
1000

=

2. Penetrasi 0,2” = tekanan dikoreksi x 100 %
1000

=
KESIMPULAN
1. Dari grafik percobaan CBR terlihat hubungan tekanan (psi) terhadap kecepatan penetrasi (inci), semakin besarnya harga tekanan semakin besar pula harga penetasi.
2. Harga CBR dapat dihitung dengan cara membagi tekanan pada penetrasi dengan tekanan standart 1000 and 1500 psi.
3. Dari percobaan yang dilakukan hasil CBR (%) yang diperoleh sebagai berikut:
- Pada penetrasi 0,1” = 6,336 %
- Pada penetrasi 0,2” = 5,632 %

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar