Kamis, 05 April 2012

CONCOLIDATION TEST (+6281213288147)

Tanah merupakan suatu material yang berpori besar sehingga mempunyai kesempatan yang besar untuk terjadi pemampatan dan deformasi elastis maupun plastis.
Deformasi elastis adalah pemampatan tanah yang terjadi dimana tanah akan kembali kebentuk semula apabila beban yang bekerja kepanya ditiadakan.
Untuk mencapai deformasi yang tetap (untuk tanah dengan deformasi yang kecil, lempung misalnya) diperlukan waktu yang cukup lama. Gejala yang demikian disebut dengan konsolidasi. Konsolidasi mengakibatkan antara lain :
 Perubahan isi serta keluarnya air pori (angka pori mengecil).
 Perubahan susunan butir tanah/susunannya menjadi teratur.

HUBUNGAN ANTARA WAKTU DENGAN PENURUNAN
Menurut Terzaghi, derajat konsolidasi berbanding lurus dengan waktu, yaitu :
U = F(Tv)
Dimana :
U = Derajat konsolidasi
Tv = Faktor waktu
H = Jalan air terpanjang tanah yang berkonsolidasi
Cv = koefisien konsolidasi
T = waktu yang diperlukan
Derajat konsolidasi adalah perbandingan antara perununan dalam waktu (t) dengan penurunan setelah selesai konsolidasi (t = ~ )
 Penurunan dalam waktu t = U
 Penurunan setelah selesai t = ~
Untuk menghitung factor waktu (Tv) gunakan rumus:
Jika U < 60 % Jika U > 60 %
Misalnya U = 40 % U2 = 4/6 . Tv
0,4 = 4/ 6. Tv
Tv = 0,126
Jadi kalau U = 40 % maka Yv = 0,126
Analog pada perhitungan diatas didapat :
U % 20 40 60 80 90
Tv 0,131 0,126 0,287 0,567 0,484
Jika ingin menghitung waktu yang diperlukan hingga turun mencapai 90 % dari penurunan seluruhnya, maka U = 90 %



Secara keseluruhan konsolidasi terdiri dari dua bagian, yaitu :
1. Primary Consolidation
Penurunan yang terjadi karena air yang keluar dari dalam pori
2. Secondary Consolidation
Penurunan yang terjadi karena adanya penyesuaian diri antar butiran tanah, dan berlangsung dalam waktu yang lama serta nilainya kecil. Penurunan ini berjalan terus setelah Primary Consolidation selesai.



Besarnya penurunan yang terjadi dapat dihitung dengan rumus :

Dimana :
S = besarnya penurunan
Cc = koefisien kompressi
eo = angka pori
Po = beban awal
P = tambahan beban
HUBUNGAN ANTARA TEKANAN DAN ANGKA PORI
Pre (Over) Consolidation
Pre (Over) Consolidation adalah suatu kondisi dimana lapisan tanah dulunya pernah mengalami beban/ tekanan lebih besar dari sekarang.
Normally Consolidation
Normally Consolidation adalah suatu kondisi lapisan tanah yang belum pernah menerima beban.
Menurut Terzaghi besarnya perubahan angka pori akibat adanya tekanan dapat ditentukan sebagai berikut :
eo – e1 = Cc (log P – log Po)
e = Cc. Log P/ Po
Dimana :
e = perubahan angka pori
Cc = koefisien kom[resi
P = beban akhir
Po = beban awal

Besarnya nilai koefisien kompresi (Cc) pada rumus diatas dapat ditentukan dari rumus :
Cc = 0,009 (LL – 10)
Dimana :
LL = batas cair (%)
MAKSUD PERCOBAAN
Maksud percobaan ini adalah untuk mengetahui:
 Besarnya penurunan
 Kecepatan penurunan
Dari percobaan ini akan didapat:
Cc = Compression index, ialah angka yang menentukan kemampuan contoh tanah untuk mengalami pemampatan yang dipakai untuk menghitung penurunan.
Cv = Koefisien konsolidation, ialah angka yang menentukan kemampuan contoh tanah untuk mengalami penekanan. Dipakaki untuk untuk menghitung waktu yang diperlukan untuk mengalami penurunan.


ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN
1. Satu unit konsolidometer, yang meliputi:
 Tempat contoh tanah
 Batu pori atas dan bawah
 Arloji pengukur perubahan tebal contoh
2. Perlengkapan beban
3. Spatula
4. Stopwatch
5. Jangka sorong
6. Peraltan pengukur kadar air


PERSIAPAN BENDA UJI
1. Contoh tanah dikeluarkan dari tabung contoh, masukkan contoh tanah ini kedalam cincin dengan cara menekan ke dalam contoh tanah tersebut, kemudian dipotong rata bagian atas dan bawah cincin.
2. Permukan tanah ini harus rata/halus, bila perlu tambal lubang-lubang yang terjadi.
3. Melaui bagian bawah cincin, tanah didorong keatas dengan besi silinder yang tersedia.
4. Contoh tanah dimasukkan kedalam silinder konsolidometer. Masukkan berturu-turut:
 Batu pori tanah
 Kertas saring
 Cincin + benda uji
 Pelat perata beban


PERSIAPAN ALAT
1. Alat konsolidometer diperiksa bahwa bekerja dengan baik. Yakinkan bahwa lengan telah ditimbang.
2. Arloji pengukur penurunan diperiksa, siapkan beban dan stopwatch.


PELAKSANAAN PERCOBAAN
1. Sel konsolidasi ditempatkan yang sudah berisi contoh pada rangka pembebanan.
2. Penekan beban diatas benda uji diatur, kemudian arloji diatur pada pembacaan nol.
3. Stopwatch disiapkan dan beban awal dipasang hingga tekanan pada contoh tanah sebeasr 0,25 kg/cm2.
4. Arloji pengukur diatur pada waktu 5,4” , 15”, 29”, dan 40”, kemudian 1’,2.25’, 4’,6.25’,9’,12.25’,16,25’,36’,49’,64’,81’,100’,121’,144’,225’, dan 1440’.
5. Pada konsolidasi disiapkan air segera setelah beban bekerja.
6. Setelah pembacaan 1440’, beban ditambahkan hinga tekanan pada contoh tanah menjadi 0,50 kg/cm2, selanjutnya lakukan langkah 4.
7. Lanjutkan setiap kali penambahan hingga tekanan kembali pada 0,25 kg/cm2. masing-masing tahap beban dibiarkan selama 24 jam (1440 menit) lalu lakukan langkah 4 kecuali beban terakhir yaitu 0,25 kg/cm2. lakukan pembacaan setelah 4 jam.
8. Setelah semua pemabacaan selesai, contoh tanah dikeluarkan dari konsolidometer, kemudian periksa kadar air dan derajat kekenyalannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar