Selasa, 16 Agustus 2011

PENGEBORAN ( DRILLING )



PENGEBORAN ( DRILLING )

A.     Prinsip Dasar

1.      Definisi

Proses menghasilkan lubang dapat pula dilakukan dengan cara yang lain yaitu dengan proses boring (memperbesar lubang).
Perbedaan proses drilling dan boring :

Drilling
Boring
Alat potong
mata bor
pahat ISO 8/9
Material awal
Bisa pejal
Harus sudah berlubang
Ukuran lubang
Sama dengan ukuran mata bor
Lebih besar dan dapat diatur
Alat pencekam
Drill chuck, sleeve
Boring head

2.      Prinsip dasar gerakan pengeboran
Mesin bor mempunyai prinsip dasar gerakan yaitu gerakan berputar spindel utama (n) dan gerakan/laju pemakanan (f).
a.       Putaran mata bor ( n )
Gerakan putaran mata bor ini merupakan gerakan berputarnya spindel mesin bor. Gerakan ini sering disebut gerakan utama ( main motion ). Besarnya putaran spindel ini tergantung oleh material benda kerja, material mata bor dan diameter mata bor. Gerakan utama ini diukur dalam m/menit.
b.      Laju pemakanan ( f )
Laju pemakanan adalah gerakan turunnya mata bor menuju benda kerja tiap satuan waktu. Besarnya laju pemakanan ini mempengaruhi kualitas permukaan hasil lubang. Laju pemakanan diukur dalam mm/putaran.
Gerak berputar spindel utama dihasilkan dari gerak putar motor utama yang diteruskan melalui beberapa sistem transmisi yaitu :
a.       Sistem transmisi sabuk (belt)
(1)   Biasanya digunakan untuk mesin bor meja atau mesin yang dayanya kecil.
(2)   Jika terjadi kelebihan beban memungkinkan adanya selip sehingga aman tetapi efisiensi dayanya rendah.
b.      Sistem transmisi roda gigi (gear)
(1)   Biasanya digunakan untuk mesin bor yang dayanya besar.
(2)   Efisiensi daya tinggi, tidak memungkinkan adanya selip.
c.       Sistem transmisi gabungan sabuk dan roda gigi
Ukuran dari mesin bor ditentukan oleh beberapa hal, yaitu :
a.       Jarak dari tiang ke poros utama
b.      Besarnya mata bor yang dapat dipasang
c.       Panjang langkah poros utama
d.      Jarak dari permukaan meja ke spindel utama

B.     Bagian Mesin

1.      Badan / Rumahan
2.      Pilar / Tiang
3.      Tenaga Penggerak       
4.      Transmisi
5.      Spindel Head ( Spindel tempat memasang mata bor )
6.      Meja
7.      Perangkat Kontrol
a.       Saklar utama
b.      Tombol emergency
c.       Saklar pemutar spindel
d.      Saklar penggerak laju pemakanan

C.     Jenis Mesin

1.      Berdasar tenaga penggerak :
a.       Mesin bor tangan
b.      Mesin bor listrik
2.      Berdasar kedudukan spindel :
a.       Mesin bor vertikal
b.      Mesin bor horizontal

D.    Alat Potong

1.      Notch Centre Drill       
Digunakan sebagai takikan awal dalam proses pembuatan lubang.
2.      Twist Drill ( mata bor )
a.       Merupakan alat potong yang digunakan pada proses pengeboran.
b.      Bagian – bagian mata bor :
(1)   Tangkai : lurus, tirus
(2)   Badan  :
(3)   Alur / flute : berfungsi untuk alur pengeluaran chip.
(4)   Mata potong
c.       Keuntungan menggunakan mata bor :
(1)   Mudah dijepit dan dilepas
(2)   Diameter yang dihasilkan tetap
(3)   Chip mudah keluar melalui alur bor
(4)   Pengasahan mudah karena hanya bagian ujung yang diasah.
d.      Sudut – sudut mata bor:
Sudut-sudut mata bor disesuaikan dengan material yang akan dikerjakan agar hasilnya baik. Sudut – sudut tersebut yaitu :
(1)   Sudut a / sudut bebas               = clearance angle
(2)   Sudut b / sudut baji                  = wedge angle
(3)   Sudut g / sudut garuk                = rake angle
(4)   Sudut s / sudut puncak = point angle
(5)   Bibir serong                              =  chisel edge
(6)   Bibir potong alur spiral
e.       Tipe mata bor
(1)   Menurut sudut spiral     :
(a)    Tipe N (normal)
digunakan untuk mengerjakan material normal, misal St. 37, St. 60. Sudut spiral (g) berkisar antara ( 160 – 300 ) dengan sudut puncak 1180. Untuk nikel, sudut puncaknya 1400.
(b)   Tipe H (hard)        
digunakan untuk mengerjakan material yang cukup keras  (material keras dan rapuh). Sudut spiral (g) berkisar antara ( 100 – 130 ) dengan sudut puncak 1180. Untuk material cetakan plastik, batu, sudut puncaknya 800.
(c)    Tipe W (weak)
digunakan untuk mengerjakan material yang lunak dan ulet, misalnya alumunium, tembaga, kuningan. Sudut spiral (g) berkisar antara ( 350 - 400 ) dengan sudut puncak tergantung dari materialnya. Untuk alumunium dan tembaga, g = 1400, seng g = 1180.
(2)   Menurut sudut puncak  :
(a)    Tipe N ( 1180 )
(b)   Tipe H ( 800 )
(c)    Tipe W ( 1400 )

E.     Kecepatan Potong

Kecepatan potong adalah jarak yang ditempuh selama langkah pemotongan dalam satuan m/menit. Faktor-faktor yang mempengaruhi cutting speed :
1.      Material benda kerja
2.      Material alat potong
3.      Kedalaman pemotongan
4.      Pendingin (coolant)
5.      Kondisi mesin
6.      Sistem pencekaman benda kerja.
Dari data tabel cutting speed, kita bisa menentukan putaran bor dengan rumus:
Keterangan :
n    = putaran bor (rpm)
cs   = cutting speed (m/mnt)
d    = diameter bor (mm)



F.      Aksesoris Mesin

1.      Penjepit alat potong
Pencekaman alat potong dapat dilakukan dengan :
1.      Drill Chuck
a.       Digunakan untuk mencekam alat potong yang tangkainya berbentuk lurus (straight shank)
b.      Ukuran bor yang bisa dicekam tertera pada rumahan chuck-nya, misal 1 – 13 mm; yang artinya chuck mampu mencekam bor maksimal diameter 13 mm.
2.      Sleeve
a.       Digunakan untuk mencekam alat potong yang tangkainya berbentuk tirus (taper shank)
b.      Ukuran ketirusan sesuai standar internasional yang disebut Morse Taper (MT).
Pada spindel utama mesin bor terdapat lubang celah yang digunakan untuk melepas drill chuck maupun sleeve. Untuk melepasnya digunakan baji / counter sleeve yang terbuat dari plat yang berbentuk tirus.
2.      Penjepit benda kerja
a.       Hand vice
b.      Machine vice
c.       V – block dan clamp
d.      T – bolt dan clamp
e.       Jig
3.      Setting / marking koordinat
a.       scriber dan square line
b.      height gauge
c.       center punch
d.      center tap
4.      Alat keselamatan kerja
a.       Kacamata
b.      Wearpack
c.       Sepatu

G.    Proses pengeboran

Urutan pengeboran yang benar :
  1. Tandai dengan garis pada bagian yang akan dibor dengan menggunakan scriber dengan jarak sesuai dengan gambar kerja.
  2. Pada perpotongan tanda garis tersebut, buatlah titik dengan menggunakan centre punch.
  3. Pasang benda kerja pada tanggem dan cekam dengan kuat. Pastikan benda kerja terpasang tegak lurus terhadap sumbu spindel bor.
  4. Pasang centre tap pada drill chuck untuk menepatkan pusat lubang yang akan dibuat.
  5. Pasang NC drill pada drill chuck untuk membuat awalan lubang. NC drill hanya boleh masuk sampai pada batas sisi potongnya karena pada spiralnya tidak terdapat sudut bebas sehingga kalau dipaksakan maka NC drill akan terjepit.
  6. Setelah lubang awal dibuat, mulailah pengeboran dengan menggunakan mata bor. Jika lubang berukuran besar, maka pengeboran dilakukan bertahap ( kira – kira 5 mm ).                         
          
                 
  1. PB.OMP.02.A 
    Mengoperasikan Mesin Boring Horizontal dan atau Vertikal
    Uraian
    Unit ini mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan aspek keselamatan kerja, menentukan persyaratan kerja, melakukan operasi bor dan pemeriksaan komponen untuk kesesuaian terhadap spesifikasi yang digunakan dilingkungan kerja

    Sub Kompetensi

    Kriteria Unjuk Kerja

    PB.OMP.02.A.01
    Memperhatikan aspek keselamatan kerja
    01.1    Mengetahui prosedur keselamatan kerja dan baju pelindung dan kaca mata pengaman yang dipakai.
    PB.OMP.02.A.02
    Menentukan persyaratan kerja
    02.1     Memahami gambar teknik, penentukan operasi dan pemilihan alat bantu untuk menghasilkan komponen yang spesifik menggunakan Organisasi Standar Internasional atau prosedur operasi standar.
    02.2     Parameter-parameter pemotong ditentukan.
    PB.OMP.02.A.03

    Melakukan operasi bor


    03.1     Operasi-operasi mengebor horisontal dan vertikal dilaksanakan termasuk mengebor lurus, konus, facing, memperbesar lubang, membuat lubang, mereamer sesuai spesifikasi gambar
    PB.OMP.02.A.04

    Pemeriksaan komponen untuk kesesuaian terhadap spesifikasi

    04.1     Komponen diperiksa terhadap spesifikasi menggunakan teknik, alat-alat, dan peralatan yang tepat.

    Kondisi Unjuk Kerja

    Pekerjaan dilaksanakan untuk menghasilkan proses-proses, mutu praktik dan standar, serta prosedur dan keselamatan kerja/aturan bengkel, kualitas praktik dan standar, prosedur keselamatan kerja dan aturan bengkel. Pekerjaan dilakukan sesuai gambar kerja atau sket, rinciannya serta instruksi yang benar. Pekerjaan diaplikasikan pada beberapa proses dengan mesin bor yang menggunakan  peralatan pengukuran presisi, alat potong dan bahan standar engineering.  Pekerjaan dilakukan sendiri untuk menentukan standar mutu dan keselamatan kerjanya. 

    Acuan Penilaian                                                  

    a. Konteks penilaian

    Unit ini dimungkinkan untuk dinilai pada pekerjaan, tidak pada pekerjaan atau kombinasi antara keduanya. Kompetensi-kompetensi yang meliputi unit ini akan diperagakan secara individual atau sebagai bagian dari suatu kelompok. Lingkungan penilaian jangan sampai merugikan peserta..

    b. Kondisi penilaian

    Peserta akan diperlengkapi dengan:
    ·           Semua peralatan, perlengkapan, material dan dokumentasi yang diperlukan.
    Peserta akan diijinkan mengacu pada dokumen-dokumen berikut:
    ·           Prosedur yang relevan dengan tempat kerja.
    ·           Spesifikasi yang relevan dengan produk dan pembuatan.
    ·           Codes, standar, buku pedoman, dan referensi material yang relevan.
    Peserta akan diperlukan untuk:
    ·           Menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Assessor secara lisan atau menggunakan metode komunikasi lainnya.
    ·           Mengenal rekan kerja yang dapat membantu mengumpulkan bukti kompetensi peserta.
    ·           Memberikan bukti-bukti yang dapat menunjukkan kemampuan seseorang pada off the job training yang berkaitan dengan unit ini.
    Penilai harus yakin bahwa peserta dapat menguasai dan konsisten melakukan seluruh elemen dalam unit ini sesuai spesifikasi kriteria, termasuk pengetahuan yang diperlukan.

    c. Aspek penting

    Unit ini dapat dinilai bersama-sama dengan unit lainnya yang menyangkut keselamatan kerja, mutu, komunikasi, penanganan material, pencatatan dan pelaporan yang berkaitan dengan melakukan operasi pemesinan dengan menggunakan mesin bor horizontal/vertikal atau unit-unit lain yang membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang tercakup dalam unit ini. Kompetensi dalam unit ini tidak dapat diakui sampai semua unit prasyarat dipenuhi

    d. Catatan khusus

    Selama penilaian peserta akan:
    ·           memperagakan praktek kerja aman setiap saat;
    ·           mengkomunikasikan informasi tentang proses-proses, kejadian-kejadian atau tugas-tugas yang dilakukan untuk memastikan suatu lingkungan kerja yang aman dan efisien; bertanggung jawab terhadap mutu kerja sendiri;
    ·           merencanakan pekerjaan pada semua situasi dan meninjau kembali kebutuhan-kebutuhan pekerjaan yang sesuai:
    ·           melakukan semua pekerjaan sesuai dengan prosedur operasi standar
    ·           melakukan semua pekerjaan-pekerjaan sesuai spesifikasi
    ·           menggunakan teknik-teknik engineering yang tepat, praktek-praktek, proses-proses dan prosedur pada tempat kerja.
    Pekerjaan-pekerjaan/tugas-tugas tersebut akan dilengkapi dengan acuan waktu yang jelas dan sesuai dengan jenis kegiatan pekerjaan.
     
    Kompetensi  Kunci
    1
    2
    3
    4
    5
    6
    7
    Level
    2
    2
    2
    1
    1
    2
    1










         

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar