Senin, 15 Agustus 2011

PATAHAN AKIBAT GEMPA

Patahan (fault) adalah retakan di permukaan bumi dimana dua buah pelat tektonik  bergerak dengan arah yang berbeda. Patahan dapat terjadi karena tumbukan dan gesekan antar pelat tektonik. Tergantung dari arah terjadinya patahan, pada dasarnya ada dua jenis patahan yang dapat terjadi, yaitu patahan dip slip dan patahan strike slip.
Jenis-Jenis Patahan Akibat GempaGambar 12.  Jenis-jenis patahan yang dapat terjadi akibat gempa.
Patahan dip slip atau patahan normal (normal fault) adalah retakan dimana satu bagian dari batuan bergeser kearah vertikal menjauhi bagian yang lain. Patahan jenis ini biasanya terjadi pada wilayah dimana suatu pelat tektonik terbelah dengan sangat lambat, atau pada dua buah pelat tektonik yang saling mendorong satu sama lain. Patahan strike-slip adalah retakan antara dua pelat tektonik yang bergesekan satu sama lain dalam arah horisontal. Patahan strike slip yang terkenal adalah adalah patahan San Andreas sepanjang 300 km dengan lebar patahan 6,4 m. Patahan San Andreas di California ini disebabkan oleh gempa San Francisco yang berkekuatan M = 8,3 pada Skala Richter pada 1906.
Patahan berlawanan arah (reverse fault) adalah retakan yang terbentuk dimana salah satu pelat tektonik terdorong menuju pelat lainnya. Patahan ini juga terjadi jika sebuah pelat tektonik terlipat akibat tekanan dari pelat yang lain. Pada patahan jenis ini, salah satu bagian dari pelat bergeser kebawah, sedangkan bagian lainnya terdorong ke atas.
Artikel ini adalah bagian dari Artikel Berseri "Fenomena Gempa" - Patahan. Baca juga artikel berikutnya hanya di www.mafiosodeciviliano.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar