Senin, 30 Maret 2015


REPORT BUILDING AUDIT - STRUKTUR
Pengumpulan data – data Struktur
BANGUNAN EKSISTING
BANGUNAN xxxxxx

Oleh :
Petrus.Marpaung,ST
Soil Investigation & Buillding Audit
Jakarta Barat
0812-13288-147




Hal.   : Laporan Hasil Building Audit

PROYEK         : GEDUNGxxxxx

LOCATION    : xxxxxxxxxx



Dengan hormat,

Bersama ini kami sampaikan laporan hasil Report Building Audit untuk Proyek tersebut diatas.


Adapun nilai hasil test tersebut dapat dilihat ( Kesimpulan) dan dalam table terlampir ,


Demikian laporan tersebut kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.




    Jakarta, xxxxx
               Hormat kami,
      

                  



    

 





I.          PENDAHULUAN
           
Building Audit akan dilakukan dimana bangunan tersebut ada perubahan fungsi struktur (bisa terjadi akibat kebakan,banjir, mengalami lendutan,ditemukannya pola retak dll), maupun segi arsitek.Pengujian Buillding audit juga sebagai kontrol kelayakan bangunan akibat pertambahan umur bangunan dan kontrol pada perubahan peraturan yang berlaku.

Sebagai kontrol yang akan dilakukan dalam pengujian kelayakan bangunan (buillding audit) adalah mengetahaui denah kondisi eksisting struktur, kontrol terhadap kualitas mutu beton real eksisting dilapangan, dan pendataan elemen – element struktur. Pengujian mutu beton eksisting dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu metode Destruktive dan non-Destruktive.metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode Non-destruktive dengan menggunakan alat Ultrasonic Pulse Velocity merk Procek Type Pundit lab + (tanpa merusak struktur).

Gedung Bangunan Eksisting  yang berlokasi xxxxxxxx Jakarta adalah merupakan gedung eksisting yang dulunya berfungsi, kemuadian pada saat dilakukan testing, Bangunan sudah tinggal Struktur. Dengan bangunan eksisting terdiri dari 2 lantai Upstructure, dimana kondisi eksisting adalah bangunan ekisiting terdiri dari pondasi, kolom, balok, pelat, dan atap baja. Bangunan tersebut akan di berubah funsi untuk itu gedung tersebut diatas dilakukakan pendataan elemen struktur bangunan, sebagai dasar Re-design dalam hal perubahan fungsi dan penambahan lantai atau akan difungsikannya kembali bangunan eksisting tersebut.

            Secara garis besar lingkup survey yang dilaksanakan berupa investigasi lapangan pada lokasi gedung, meliputi :

-          Pengecekan visual struktur bangunan secara menyeluruh.
-          Pendataan dimensi element struktur
-          Pemeriksaan kualitas mutu beton
-          Pembuatan As-Buid bangunan Eksisting (Penggambaran denah & elevasi bangunan eksisting). dan
-          Pengecekan lendutan pelat lantai dan kemiingan gedung

Sesuai dengan itu, maka dilakukan audit atau penelitian teknis secara menyeluruh terhadap elemen struktur untuk menilai kekuatan existing struktur terhadap tiap perubahan element struktur yang akan direncanakan.

Setelah serangkaian program pengumpulan data-data dan pembuktian di lapangan, maka langkah berikutnya evaluasi dan perencanaan sistem perbaikan yang ekonomis dan efisien sesuai kondisi kerusakan, serta pertimbangan kemudahan pelaksanaan perbaikan konstruksi di lapangan.

1.1.      Maksud dan Tujuan
            Penelitian komponen struktur dari program building audit terhadap Gedung tersebut yang berpengaruh terhadap perubahan struktur dimaksudkan untuk mengetahui kondisi existing dan penentuan kelayakan dari elemen struktur. Apakah dapat dipertahankan atau tidak.

Dari data lapangan tersebut dapat dievaluasi dan direncanakan bagian-bagian yang mengalami kerusakan berat dan mempertahankan bagian-bagian yang masih layak.

1.2.      Lingkup Penelitian
            Untuk pelaksanaan Building Audit termaksud, lingkup penelitian yang telah dilakukan terdiri dari :

1.2.1.   Pengamatan dan Penelitian Visual
            Penelitian ini dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap lantai gedung oleh team engineering dengan mengamati gejala perubahan fisik bangunan antara lain :

·          Letak dan sifat kerusakan terutama pada komponen struktur seperti kolom, balok dan plat lantai.       
·          Perkiraan tingkat serta klasifikasi kerusakan.
·          Pengamatan perubahan fisik yang terjadi seperti : perubahan warna beton, spalling, retak, lendutan, deformasi dan keruntuhan.

1.2.2.   Pengukuran dan Penggambaran As-Buiid
Pengukuran dilakukan adalah untuk mengetahui elevasi, dimensi bangunan eksisting untuk digambarkan dalam As-Build kemudian data  dipakai untuk melengkapi data yang lain untuk membuat keputusan dalam desain / Redesgn struktur.

1.2.3.   Soil Test
(tidak tercakup)
           
1.2.4.   Pengujian Beton ( Hammer test,Ultrasonic Pulse Velocity) dan Covermeter
            Pegujian mutu beton tanpa merusak struktur dengan Hammer test , Ultrasonic Pulse Velocity dan melakukan Covermeter dengan alat Profometer Pfofoscop.
Hal tersebut untuk mengetahui kondisi komponen struktur seperti kolom, balok dan pelat yaitu mutu beton, ,jumlah dan diameter tulangan, kondisi tulangan,  kerapuhan, selimut beton, dan lain-lain.


II.         METODE PELAKSANAAN BUILDING AUDIT

            Secara umum building audit dilaksanakan dengan urutan pelaksanaan sebagai berikut :

·          Pengamatan dan penelitian visual lapangan terhadap keretakan struktural, penurunan dan pergeseran bangunan.
·          Pengujian Kualitas mutu beton kolom balok dan pelat
·          Penelitian pondasi  eksisting dengan cara menggali(tidak dilakukan)

Tata cara penelitian dan building audit dapat dijelaskan secara mendetail sebagai berikut :

2.1.      Pengamatan dan Penelitian Visual Lapangan
            Pengamatan dilaksanakan oleh team engineering design untuk meneliti dan mendata bagian-bagian konstruksi yang mengalami kerusakan. Pengamatan dilaksanakan secara detail pada setiap lantai bangunan. Dari pengamatan ini team engineer dapat menentukan bagian-bagian konstruksi yang harus diteliti lebih lanjut terutama pada bagian struktur yang masih ingin dipertahankan.
            Hasil pengamatan berupa diskripsi lengkap tentang kondisi struktur utama pada setiap lantai, mendata bagian-bagian konstruksi yang harus dibongkar dan penentuan lokasi test lanjutan seperti  pengukuran,pengujian UPV test dll.

2.2.      Survey Pengukuran dan Penggambaran As _BUILD       (Tidak Mencakup)
2.2.1.   Lingkup Pekerjaan
Tujuan dari pekerjaan survey ini adalah untuk mengetahui kondisi elevasi, dimensi eksisting pada lokasi Gedung tersebut dan sekitarnya. Data ini diperlukan untuk menunjang evaluasi / building audit bangunan tersebut :
·         Pengukuran batas, detail situasi dan dimensi bangunan eksisting
·         Elevasi dan deformasi pelat lantai,kolom,dan balok bangunan eksisting
·         Penggambaran dimensi struktur bangunan eksisting.

Hasil pengukuran elevasi ini diberikan dalam bentuk gambar dimana penggambarannya menggunakan komputer dengan program Auto Cad.

2.3.      Penyelidikan Tanah
            (tidak tercakup)

2.4.      Pengujian Ultrasonic Pulse Velocity
           
2.4.1.      Prinsip Kerja
Prinsip kerja pengujian ultrasonic adalah mengubah energi gelombang listrik yang dibangkitkan oleh pembangkit pusat tranducer pengirim (T) menjadi energi gelombang mekanik yang selanjutnya merambat pada beton. Setelah sampai pada probe receiver (R) energi gelombang tadi diubah kembali menjadi gelombang listerik yang selanjutnya melewati penguat dan dihitung/ditampilkan waktu tempuh tersebut dalam pencacah digital.

Pengukuran kecepatan rambat gelombang ultrasonic pada beton dinyatakan persamaan sebagai berikut :



L
T
 
 
V =                  ..............................................(1)
Dimana :         V = Kecepatan rambat gelombang ultrasonic (km/sec)
                           L = Jarak tempuh (mm)
                           T = Waktu tempuh gelombang ultrasonic (sec)

2.4.2.      Metode Pengujian Kualitas Beton
Kualitas beton ditentukan oleh nilai kecepatan rambat gelombang ultrasonic yang dihitung menurut persamaan (1), dimana jarak tempuh (L) merupakan pengukuran jarak yang ditentukan langsung di lapangan, sedangkan waktu tempuh (T) adalah tampilan pencacah digital.

Pengukuran waktu tempuh (T) dilakukan dengan metoda transmisi langsung (direct transision) sesuai dengan metoda pada ASTM C. 597-83 dan BS 1881 : Part 203:1986.  

Test Kekuatan Beton Dengan Hammer Test

Test ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan kekuatan/tegangan karakteristik beton yang sudah ada. Test material dilakukan dengan alat hammer test merk Proceq pada elemen struktur seperti Dolphin, Trestle  dan Flatform

Tahapan/procedure dengan alat hammer test, sebelum test dimulai permukaan dari elemen struktur harus dihaluskan dengan gurinda agar diperoleh permukaan yang rata, sehingga pembacaan rebound dari alat hammer test lebih teliti dan tepat. Pada setiap titik hammer test dilakukan sebanyak 20 kali shooting per lantai. Hasil test dianalisa dengan mempergunakan standard deviasi untuk penentuan mutu beton.

Dalam penentuan mutu beton pada setiap titik yang diuji dilaksanakan dengan metoda standard deviasi, sesuai dengan Peraturan Beton Indonesia–1971 (PBI - 71) pasal 4.5. Penjelasan Perhitungan Mutu Beton berdasarkan PBI - 71 tersebut sbb :